Alasan mengapa Anda tiba di halaman ini tentu karena Anda mendambakan untuk bisa menempuh pendidikan ke luar negeri, bukan?

Bagi Anda yang baru lulus SMA atau yang sedang menempuh pendidikan sarjana, Anda tentu berusaha mendapatkan beasiswa S1 dengan harapan bisa meringankan beban biaya pendidikan sekaligus memperoleh pendidikan yang lebih berkualitas. Sementara bagi Anda yang telah menyelesaikan S1 atau sudah bekerja, dengan memperoleh beasiswa S2 atau S3 tentu akan sangat membantu meningkatkan karir Anda di Indonesia.

Kuliah di luar negeri bukan saja bermanfaat meningkatkan pengetahuan Anda namun juga bisa membantu Anda membangun network dengan teman-teman baru Anda dari berbagai negara saat menempuh pendidikan tersebut. Lebih dari itu, banyak juga dipercaya bahwa belajar di luar negeri juga bisa menumbuhkan kepercayaan diri, kemandirian dan kemampuan menganalisa persoalan dengan lebih comprehensive karena ditunjang oleh iklim kebebasan berpikir dan fasilitas belajar yang termasuk di atas rata-rata negara berkembang.

Salah satu negara tujuan yang menjadi sangat populer untuk menjalani pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi selama beberapa tahun belakangan adalah Australia, tetangga bule terdekat Indonesia. Dengan jarak kota besar terdekat Australia (Perth) yang bisa ditempuh dalam waktu 4 jam penerbangan saja dari Jakarta, tentu hal ini menjadi opsi yang memikat bagi calon pelajar dari Indonesia.

Banyak sebenarnya peluang bagi Anda untuk bisa memperoleh beasiswa di universitas Australia baik untuk level undergraduate (S1) maupun postgradute (S2 dan S3). Kebanyakan beasiswa yang diberikan dalam program-program tersebut adalah program non-eksakta. Namun apabila Anda telaten mencari, mungkin Anda bisa juga menemukan beasiswa program eksakta yang ditawarkan langsung oleh masing-masing universitas di Australia.
 

 
Bagaimana kiat mahasiswa Indonesia memperoleh beasiswa? Dari pengalaman saya bertemu dengan rekan-rekan dari Indonesia yang memperoleh beasiswa universitas di Australia, selain aturan main yang ada dalam brosur program beasiswa, ternyata ada beberapa hal menarik lainnya yang bisa saya tarik dari kisah-kisah yang mereka share kepada saya yang mungkin bermanfaat bagi Anda:

  1. Penerima beasiswa di luar negeri umumnya dari instansi pemerintah atau bumn terutama untuk beasiswa yang disediakan oleh pemerintah Australia. Dan mayoritas dari mereka adalah dosen atau pegawai negeri dari berbagai instansi, sehingga peluang bagi Anda yang non-dosen dan non-pegawai negeri nampaknya lebih sempit dan terbatas. Walaupun demikian, ada juga beasiswa dari perusahaan swasta, yayasan amal atau mungkin langsung dari universitas Australia yang mungkin bisa memberi peluang kepada Anda.
  2. Mereka tidak selalu adalah seorang ‘juara kelas’ saat mereka menempuh studi di Indonesia. Nampaknya banyak faktor yang menentukan untuk seseorang bisa berhasil memperoleh beasiswa. Selain harus memenuhi standar kemampuan bahasa Inggris, ada tahapan interview yang tidak mudah untuk dilalui.
  3. Orang pintar bisa kalah dengan orang beruntung. Ya, that is partly true karena proses interview tersebut ternyata bisa juga menjadi hambatan bagi beberapa orang yang mungkin tergolong cakap secara akademis namun memiliki kelemahan disisi lain sehingga bisa memberi kesempatan juga bagi golongan kaum yang beruntung ini. Jadi apabila Anda merasa bisa memenuhi syarat namun Anda merasa tidak cukup ‘pintar’ untuk memperoleh beasiswa, janganlah membunuh peluang dan melawan takdir Anda. Bagaimanapun, Anda tidak akan pernah tahu sebelum Anda mencoba. Gusti Allah hanya memberikan kesempatan kepada mereka yang mau berusaha, bukan?
  4. Orang yang pernah memperoleh beasiswa biasanya akan lebih mudah untuk memperoleh beasiswa selanjutnya. Misalnya Anda memperoleh beasiswa S2 dari universitas A di Australia. Setelah Anda lulus, kemungkinan untuk kembali ke universitas yang sama di Australia adalah cukup besar, entah melalui program beasiswa yang sama atau mungkin dari program yang berbeda untuk menempuh program S3. Saya kira lebih dari 5 orang Indonesia yang pernah saya kenal cukup beruntung mengalami hal tersebut. Mereka menempuh pendidikannya dari jenjang S2 hingga S3 di salah satu universitas publik di Adelaide.

Di artikel ini saya merasa tidak perlu memberikan kepada Anda informasi secara mendetail tentang beasiswa apa saja yang saat ini terdapat di Australia. Karena saya berasumsi bahwa:

  1. Anda cukup mampu untuk mencari dan memilah sendiri informasi yang Anda butuhkan. Karena menurut saya ide untuk memuat update informasi mengenai beasiswa S1, S2 dan S3 di Australia adalah seperti menggarami samudera. Sia-sia bagi saya untuk memberikan informasi yang hanya bermanfaat bagi sebagian orang saja.
  2. Detail informasi mengenai beasiswa selalu berubah-ubah setiap tahunnya. Apa yang saya tulis sekarang bisa jadi akan jadi usang di tahun berikutnya dan justru malah menyesatkan Anda.
  3. Anda tentu memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang bagus, minimal untuk membaca tulisan berbahasa Inggris. Apabila anda belum terbiasa, inilah saatnya Anda harus memulai! Situs-situs di Australia pada umumnya menjelaskan dengan sangat kompeten dan up-to-date mengenai hal apa saja.

Satu hal yang paling mendasar yang perlu saya sampaikan adalah penguasaan bahasa Inggris. IELTS dengan score rata-rata 5.5 adalah termasuk kategori mengkhawatirkan karena umumnya program studi di Australia sekarang membutuhkan minimal score 6.0 untuk program admission. Apabila score Anda terbatas dan Anda membutuhkan extra kelas bahasa untuk menaikkan score Anda, memang ada kemungkinan program beasiswa tertentu akan memberikan dana tambahan untuk itu.  Namun dana tambahan serupa itu tidak selalu ada. Sehingga lebih baik Anda sudah persiapkan dari jauh hari dengan hasil test IELTS atau TOEFL yang memuaskan sehingga memudahkan Anda untuk mengajukan permohonan beasiswa.  IELTS certificate berlaku hingga 2 tahun, sehingga Anda tidak perlu khawatir sertifikat tersebut menjadi cepat kadaluarsa.

Berikut adalah portal-portal Australia yang bisa Anda andalkan yang bisa Anda kunjungi untuk mengawali pencarian panjang Anda.

JASON – Postgraduate Scholarship Database for Australia

Ini adalah search engine untuk Postgraduate Scholarship Database Australia. Beasiswa yang tersedia di dalam database ini berlaku bagi pelajar Australia yang ingin menempuh studi di luar negeri atau di dalam negeri dan juga untuk pelajar internasional yang ingin menempuh studi di Australia. JASON adalah the Joint Academic Scholarship On-line Network. Situs ini adalah suatu program yang dibangun secara bersama-sama oleh sejumlah universitas Australia. Bertujuan untuk membantu pelajar yang ingin menempuh pendidikan S2 atau S3 (postgraduate studies) baik di dalam Australia atau internasional untuk memperoleh akses atas informasi terbaru yang berkaitan dengan peluang pendanaan melalui berbagai program beasiswa yang dimiliki universitas-universitas Australia, yayasan amal, pemerintah dan institusi swasta.

Scholarship Database

Situs ini merekam database beasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah Australia, lembaga pendidikan dan sejumlah organisasi lainnya. Mencakup berbagai sektor pendidikan, termasuk pendidikan kejuruan dan pelatihan (VET), pertukaran mahasiswa, studi sarjana (S1) dan pascasarjana (S2 dan S3) dan penelitian. Namun beasiswa Pemerintah Australia tidak tersedia untuk siswa internasional yang khusus mengikuti kursus bahasa Inggris di Australia. Walau demikian ada beberapa beasiswa yang diberikan untuk pelatihan bahasa Inggris yang ditawarkan oleh lembaga pendidikan Australia. Untuk informasi tentang beasiswa-beasiswa tersebut, Anda bisa menggunakan Scholarships Database. Database ini menyediakan daftar yang akurat dan terpercaya dari semua beasiswa yang disediakan oleh organisasi yang berbasis di Australia, lembaga dan badan-badan pemerintah untuk siswa internasional yang belajar atau berencana untuk studi di Australia dengan visa pelajar.

The Australia Awards

Program Australia Award bertujuan untuk mempromosikan ilmu pengetahuan, link pendidikan dan meningkatkan hubungan antara Australia dan negara-negara tetangganya melalui program-program beasiswa Australia yang ekstensif. Program ini terdiri dari dua aliran: achievement stream (by DEEWR) yaitu yang ditujukan bagi siswa terbaik dan cerdas, peneliti dan profesional untuk datang ke Australia dan juga bagi orang Australia untuk melakukan sebaliknya, dan yang kedua adalah development stream (by AusAID) yang bertujuan untuk membantu meningkatkan kecakapan/keahlian tertentu di negara berkembang. Dalam jangka panjang, program ini diharap dapat membantu melahirkan generasi baru pemimpin global Asia yang memiliki ikatan dan link yang kuat dengan Australia. Program Australia Award ini sekaligus menyatukan program-program beasiswa yang ada dibawah Australian Agency for International Development (AusAID) dan Department of Education, Employment and Workplace Relations (DEEWR).

Bila Anda merasa butuh mengeksplorasi lebih banyak lagi pilihan tentang program beasiswa S1, S2 dan S3 tahun 2011 onwards di Australia, saya persilahkan Anda mengunjungi situs BeasiswaAustralia.com

Good luck and I am wishing the best for you!